Selasa, 25 September 2012

Alat Alat Ukur Listrik


it's easy.. haii sahabat jiwaku..
back to me chaed al-habibah..
Alhamdulillah laporan pertama untuk mata kuliah praktikum fisdas 2 udah bisa q update nich.. 
so selamat baca-baca...

1. Galvanometer, merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya arus listrik pada suatu rangkaian. Alat ini berfungsi untuk mengukur arus listrik yang dapat mengalir dari sebuah sumber dan mengukur kuat arus dan beda potensial yang relatif kecil. Alat ini akan bekerja ketika kumparan berputar, jarum penunjuk ikut berputar. Makin besar arus listrik, makin jauh kumparan berputar. cara kerja ini didasarkan atas hukum dasar gaya elekro magnetik kumparan akan berputar di dalam medan magnet yang dialiri arus listrik. 



Galvanometer

2. Multimeter, merupakan alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik, hambatan, dan tahanan (resistansi). Alat ini berfungsi untuk mengukur tegangan, arus, hambatan, dan tahanan. Selain itu alat ini juga untuk mengukur suatu besaran nilai dari sebuah komponen secara detail serta juga berfungsi sebagai pemeriksa dioda. Multimeter ini dibagi menjadi dua jenis yaitu Multimeter Analog/Manual dan Multimeter Digital. Adapun cara kerja masing-masing Multimeter tersebut berbeda. Pertama, multimeter analog/manual, praktikan mula-mula mengatur harga nol kemudian putar posisi hingga menunjuk lurus kanan, pilih cakupan yang tepat untuk item yang diukur (dalam menentukan cakupan pengukuran, pilih cakupan tegangan yang lebih besar dari nilai yang akan diukur, dan sebaiknya gunakan penunjuk dalam tingkat yang dapat dipertimbangkan yaitu 60% - 80% dari penunjukkan jarum maksimum).



Multimeter Analog/Manual


Multimeter Digital

3. Amperemeter, merupakan alat ukur arus listrik. Alat ini berfungsi mengukur kuat arus yang mengalir dalam suatu rangkaian listrik. Alat ini bekerja jika arus listrik ke kutub positif, artinya praktikan dalam menggunakan alat ini harus sangat memperhatikan hal tersebut. Jika polaritas dihubungkan dengan cara terbalik, maka jarum penunjuk akan menyimpang dengan arah kebalikan. Ini dapat merusak amperemeter karena jarum akan membentuuk sisi tanda nol dengan gaya yang cukup besar. Dan salah satu syarat lagi agar amperemeter dapat bekerja dengan baik adalah harus dipasang secara seri.
Amperemeter

4. Voltmeter, merupakan alat pengukur tegangan listrik. Alat ini berfungsi untuk mengukur tegangan dalam suatu rangkaian listrik. Adapun syarat agar voltmeter dapat bekerja dengan baik adalah harus dipasang secara paralel pada komponen listrik yang akan diukur tegangannya. Selain itu perhatikan pula titik potensial tinggi dihubungkan ke kutub positif dan rendah ke kutub negatif.



Voltmeter

5. Potensiometer, merupakan resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk pembagi tegangan yang dapat disetel. Alat ini berfungsi sebagai resistor variabel atau rheastat, pengendali piranti elektronik seperti pengendali suara pada penguat, pengendali masukan untuk sirkuit elektronik, sebagai pengendali volume dan kadang dilengkapi saklar yang terintegrasi, sebagai transduser, dan juga untuk menyetel taraf isyarat analog.
Potensiometer

6. Resistormerupakan kompinen elektronika berjenis pasif dan punya sifat sifat menghambat arus listrik. Adapun satuan nilai dari resistor adalah Ohm. Alat ini berfungsi sebagai pembagi arus dan juga tegangan, sebagai penurun tegangan, sebagai penghambat aliran arus listrik dan lainnya. Alat ini bekerja dengan cara menghambat arus yang melewatinya.



Resistor

7. Kapasitor, merupakan suatu peralatan yang dapat menyimpan muatan dan energi listrik untuk sementara waktu. Alat ini berfungsi untuk menyimpan muatan listrik dan energi listrik, memilih gelombang radio (tuning), sebagai perata arus pada rectifler, sebagai komponen rangkaian starter kendaraan bermotor, memadamkan bunga api pada sistem pengapian mobil, sebagai filter dalam catu daya, menghindarkan loncatan bunga api listrik pada rangkaian yang menggunakan kumparan, misalnya adaftor, power supply, dan lampu TL, serta memblokir arus DC. Alat ini berkerja ketika kapasitor diberi beda potensial, kapasitor akan segera terisi muatan. Salah satu pelat menerima muatan positif dan lainnya negatif. Proses pengisian muatan umumnya berlangsung cepat/singkat dan ketika telah terisi muatan maksimum, tidak ada pengisian muatan lagi dan tidak ada arus listrik.



Kapasitor

8. Induktor (kumparan), merupakan peralatan yang dapat menyimpan energi dalam bentuk medan magnetik. Alat ini berfungsi untuk menyimpan energi listrik dan menghambat arus AC. Alat ini bekerja ketika induktor (kumparan) dihubungkan dengan baterai atau sumber tegangan lainnya, maka akan terisi muatan.


Induktor/Kumparan

9. Power Supply, merupakan perangkat listrik yang komponennya terdiri atas baterai, rectifier, dan inverter. Alat ini berfungsi untuk memberi energi listrik sementara ketika terjadi kegagalan daya pada listrik utama. Selain itu, alat ini juga berfungsi dalam mengamankan sistem komputer dari gangguan listrik yang dapat mengganggu sister komputer baik kerusakan software maupun hardware, serta UPS secara otomatis dapat melakukan stabilisasi tegangan ketika terjadi perubahan tegangan pada input sehingga output yang digunakan sistem komputer berupa tegangan stabil. Power supplay bekerja berdasar kepekaan tegangan, power supplay akan menentukan penyimpangan jalur voltase, misalnya kenaikan tajam, kerendahan, gelombang, dan penyimpangan yang disebabkan pemakaian dengan alat pembangkit tenaga listrik yang murah. Jika kualitas listrik kurang, power supplay mungkin sering berubah ke operasi on baterai. Kegagalan listrik sesaat akibat terputusnya aliran listrik atau akibat sambaran petir dapat meningkatkan arus satu daya dan dapat mematikan suplay arus listrik DC yang menuju motherboard komputer.


Power Suplay

10. Audio Fuction Generator, merupakan alat yang berfungsi untuk menghasilkan berbagai jenis bentuk gelombang sinyal dan sebagai pembangkit listrik. Alat ini bekerja dengan cara pemberian sinyal sinus dengan frekuensi tertentu pada masukan tapis kemudian pengukuran tegangan sinus pada masukan dan keluatan tapis, dan selanjutnya perhitungan gain tegangan dengan persamaan Av = 20 log (Volt/Vin) sehingga diperoleh pasangan data (frekuensi, av). Setelah itu pengulangan langkah di atas sebanyak 3 kali dengan frekuensi berbeda, lalu pengelolaan data dengan curve fitting sederhana dan penyajian data yang diolah dalam grafik.

Audio Fuction Generator

11. Kabel Penghubung, merupakan medium yang dapat menghantar listrik dan berfungsi untuk menghubungkan arus listrik. Alat ini digunakan oleh praktikan dengan cara mencolokkan atau menghubungkan ujung kabel pada kedua benda yang akan mengalirkan dan dialiri listrik.


Kabel Penghubung

12. Jembatan Penghubung, merupakan medium yang dapat menghantarkan listrik yang hanya mampu menjangkau aliran listrik pada papan rangkaian. Alat ini berfungsi untuk menghubungkan aliran arus listrik. Alat ini digunakan oleh praktikan dengan cara mencolokkan kedua kaki jembatan penghubung pada papan rangkaian.


Jembatan Penghubung

13. Papan Rangkaian, merupakan plastik ABS injection dengan plugsheet 5 lubang yang tidak mudah melukai. Alat ini berfungsi sebagai alat untuk merangkai jembatan penghubunga dan penghubung alat listrik lainnya. Cara kerja dari alat ini yaitu papan rangkaian diletakkan mendatar kemudian jembatan penghubung atau penghubung alat listrik lainnya diletakkan pada plagsheet.



Papan Rangkaian

14. Sakelar, merupakan alat untuk melewatkan atau memutuskan arus dalam suatu rangkaian listrik. Alat ini berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan lampu, serta juga berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik ke beban. Sakelar juga terbagi atas dua jenis yaitu Sakelar Manual dan Sakelar Otomatis. Adapun cara kerja dari masing-masing sakelar juga berbeda. Sakelar Manual dioperasikan dengan tangan, biasanya dipasang di rumah untuk menyalakan atau mematikan lampu. Sedangkan Sakelar Otomatis dipakai untuk menyalakan lampu lalu lintas di jalan raya, untuk jaringan telepon dan komputer.



Sakelar

15. Dioda, merupakan komponen aktif bersaluran dua dioda mempunyai dua elektroda aktif dimana isyarat listrik dapat mengalir. Adapun fungsi dari dioda ini sendiri adalah sebagai kondensator terkendali tegangan dan memperbolehkan arus listrik mengalir dalam satu arah (kondisi panjar maju) dan untuk menahan arus dari arah sebaliknya (kondisi panjar mundur).


Dioda

16. Osiloskop, merupakan alat yang terdiri atas dua bagian utama yaitu display dan panel kontrol. Display menyerupai tampilan layar TV, hanya saja tidak warna-warni. Umumnya osiloskop terdiri dari dua kanal yang bisa digunakan untuk melihat dua sinyal yang berlainan. Contoh kanal satu untuk melihat sinyal masukan dan kanal dua untuk melihat sinyal keluaran. Adapun fungsi osiloskop diantaranya untuk melihat bentuk sinyal yang sedang diamati, untuk mengetahui beda fase sinyal keluaran dan masukan, dan juga untuk mengetahui nilai periode, frekuensi, dan tegangan dari sinyal. Selanjutnya cara kerja dari osiloskop sendiri diawali dengan pengoperasian, yang pada layar harus muncul garis lurus mendatar jika tidak ada sinyal masukan. Dan yang disetel adalah fokus, intensitas, kemiringan, x position, dan y position.



Osiloskop

hmmm.. sorry sobat posting ini aku post di blog baruku karena aku mikir lagi g' pengen nutup blog terdahulu dech kayanya,. tapi pengen aku kelompokin azz.. kalo blog terdahulu cukup diisi dengan tulisan2 puisi atau kegiatan harianku, dan blog ini ku khususkan untuk postingan fisika.. semoga bermanfaat... salam blogger... (:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar